Pengumuman

UKSA-387 Sukses Mengeksplorasi Eksotisme Pulau Biawak

Tanggal 11-17 April 2013 lalu telah terlaksana kegiatan “Northway Expedition” di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu Jawa Barat oleh Unit Kegiatan […]

Tanggal 11-17 April 2013 lalu telah terlaksana kegiatan “Northway Expedition” di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu Jawa Barat oleh Unit Kegiatan Selam – 387 (UKSA-387) Universitas Diponegoro Semarang. Ekspedisi yang bertajuk “DWIPANTARA I” Ranah Jawa ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi wisata di Pulau Biawak, Indramayu.

Menurut bahasa Sansekerta arti dari kata Dwipa adalah pulau, sedangkan arti dari kata Antara adalah seberang atau luar, jadi alasan anggota UKSA-387 memilih kata “DWIPANTARA” sebagai brand Ekspedisi UKSA-387 adalah diharapkan UKSA-387 mampu mengeksplorasi potensi serta kekayaan bahari Indonesia yang memiliki ribuan pulau yang saling berseberangan namun tetap saling menyatu dalam nusantara.

“Pulau Jawa sendiri masih memiliki banyak lokasi wisata bahari yang cukup berpotensi khususnya titik penyelaman yang masih jarang dieksplorasi, maka dari itu ekspedisi ini diadakan sebagai tindakan nyata untuk menggali potensi wisata bahari khususnya di wilayah Jawa Barat.” Ujar Chesya Sera selaku ketua tim ekspedisi DWIPANTARA I.

Pada tahun 2013, UKSA-387 mempunyai dua ekspedisi khusus yaitu DWIPANTARA I 2013 ranah Jawa “Northway Expedition” dan DWIPANTARA II 2013 ranah Sumatra “Kiluan Bay Expedition”

Kegiatan yang dilakukan dalam ekspedisi ini yaitu pendataan ekosistem terumbu karang di empat titik searah mata angin yang mengelilingi Pulau Biawak, yaitu di titik Utara, Selatan, Barat dan Timur. Data yang didapat ini akan digunakan sebagai database untuk pembuatan peta destinasi penyelaman, dimana peta ini nantinya akan diberikan kepada Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (DISPORABUDPAR) dan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Indramayu sebagai pihak yang terkait langsung dalam ekspedisi ini. Selain pembuatan peta , tim juga akan membuat video dokumenter serta buku katalog tentang pulau Biawak, dimana video dan buku ini memuat infomasi tentang pulau Biawak yang telah dieksplorasi oleh tim ekspedisi DWIPANTARA I.

Sekilas tentang Pulau Biawak
“Pulau Biawak, Pulau Gosong dan Pulau Cendikian termasuk dalam Pulau Wisata Konservasi Pulau-Pulau Kecil. Terdapat sembilan titik penyelaman di pulau ini namun hanya tiga titik yang diperbolehkan untuk dikunjungi” ujar Bapak Oce selaku Kepala DISPORABUDPAR Kabupaten Indramayu, alasannya yaitu adanya kepercayaan mistis warga setempat tentang tempat tersebut serta berdasarkan data ilmiah terdapat pasir hisap dan arus bawah laut yang cukup besar yang cukup berbahaya untuk kegiatan wisata maupun penyelaman.

Pulau Biawak sendiri secara administratif masuk ke dalam Desa Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Lokasinya berada di 40 km lepas pantai laut utara Jawa. Tepatnya pada koordinat 06°56′022” LS dan 108°22′015″ BT.

Pulau Biawak juga merupakan pintu gerbang utama menuju Pulau Gosong dan Pulau Cendikian. Waktu yang diperlukan dari Pulau Biawak menuju pulau tersebut kurang lebih satu jam menggunakan kapal nelayan. Menurut Bapak Oce, ekosistem terumbu karang di dua pulau ini lebih bagus dibanding Pulau Biawak, serta terdapat juga bangkai kapal karam di Pulau Cendikian. Namun mitos yang sangat kuat membuat ketiga pulau ini jarang dikunjungi wisatawan karena dua alasan yang telah dikemukakan sebelumnya.

Leave a Reply