Sampah Bukan di Laut

Membuang sampah, sikecil ini yang terkadang kita abaikan, dan karena pengabaian itu seharusnya hal besar yang baik terjadi namun malah masalah besar yang terjadi.

Buanglah sampah pada tempatnya. Slogan yang terdengar mudah, namun untuk aksinya? Semua tau bahwa sikap ini berdampak baik dan benar. Hal yang terlihat sederhana bukan?

Terabaikan dengan sengaja maupun tidak sengaja dengan himbauan tersebut, terbawa oleh air menuju sungai lalu bermuara ke laut., dan laut menjadi tempat sampah terbesar sepanjang peradaban manusia. Sungguh miris bukan?

Sejumlah sampah di laut

Bagaikan gunung es dilautan jika masalah sampah ini dianalogikan. Contoh yang sedang marak adalah sampah di perairan besar pasifik yang menumpuk dan luasan wilayah sampah ini sungguh sangat menakjubkan bisa disetarakan seperti daratan Texas. Hal ini dibuktikan dalam pemberitaanya oleh Lembaga Lingkungan Hidup Eropa (European Enviromental Agency). Sampah di lautan juga terbawa gelombang dan terdampar di wilayah pesisir baik di wilayah pantai maupun di dasar laut.

 

Efek secara langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh para penghuni lautan kita, menurut European Marine Strategy Framework Directive, Ikan, burung dan binatang laut lain terus menelan sampah yang akhirnya membunuh mereka. Di seluruh dunia, setidaknya 43% mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba dan semua spesies penyu mengonsumsi sampah ini dan sementara sekitar 36 % spesies burung laut dan berbagai spesies ikan juga menelan sampah lautan. Binatang laut juga bisa terjebak di jaring dan sampah laut lain karena sekitar 10% sampah di samudera adalah peralatan penangkapan ikan yang sudah tak terpakai yang terus “menangkap” ikan hingga mati.

KORBAN SAMPAHKORBAN SAMPAH 2

Sedikit pengetahuan mengenai lama penguraian sampah sendiri oleh alam adalah sebagai berikut:

  • Kertas, lama penguraian 6 bulan
  • Kulit buah, lama penguraian 6 bulan
  • Kardus/karton, terurai 5 bulan
  • Filter rokok, terurai 10-12 tahun
  • Kantong plastik, 10-12 tahun
  • Benda-benda kulit, 25-40 tahun
  • Kain nilon, 30-40 tahun
  • Jaring ikan, 30-40 tahun
  • Alumunium, 80-100 tahun
  • Baterai bekas, 100 tahun
  • Plastik, 50-80 tahun
  • Batu baterai, 100 tahun
  • Botol kaca, perlu 1 juta tahun untuk hancur tanpa bekas
  • Botol plastic, tidak dapat diperkirakan waktu hancurnya.
  • Styrofoam, tidak dapat hancur

Semua sampah yang berakhir di samudera ini adalah hasil pengelolaan sampah yang buruk di darat maupun di laut. Masih banyak masyarakat dan industri di darat yang membuang sampah di sungai dan aliran air yang akhirnya berakhir ke laut. Sementara kapal wisata, kapal kargo dan kapal penangkap ikan juga membuang sampah mereka di lautan.

Edukasi mengenai pengelolahan sampah di semua sektor ini penting untuk menjaga laut tetap bersih dan bebas polusi. Semua bisa beraksi hijau untuk membersihkan laut dari sampah.

Yaa berawal dan dimulai dari kamu sebagai seorang bijaksana, dan berakhir pada keserasian Bumi dan Semestanya.

selengkapnya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.