Plastic Waste

Sampah plastik menghiasi lautan kita dan menjadi permasalahan yang tidak mudah. Pada tahun 2050, diperkirakan tumbuh lima kali lipat untuk menyamai bobot semua kehidupan ikan.  Setiap bagian dari sampah tetap terapung selama berabad-abad. Bukanya ini sangat tragis? Para peneliti baru mulai menyadari konsekuensi jangka panjang dari bahaya buatan manusia tetapi sepenuhnya dapat dicegah ini.

Pengangkatan isu global melawan plastik sedang dilancarkan dan skema peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Sampah plastik di lautan adalah masalah besar terutama setelah diterbitkan gambar grafis burung laut mati kelaparan setelah menelan plastik. Hal ini sangat disayangkan karena telah berdampak terhadap kehidupan biota laut yang ada disekitar. Apa yang diketahui adalah bahwa begitu plastik tertelan, hewan mengalami kesulitan dalam pencernaan dan ini akan sangat fatal akibatnya.

Sisa plastik di lambung, di mana itu menghalangi pencernaan. Selain itu, produk plastik sering terurai di dalam kura-kura, menghasilkan gas yang masih terperangkap di dalam. Gas-gas ini menyebabkan kura-kura melayang di permukaan, yang dapat menyebabkan kelaparan dan membuat hewan rentan terhadap predasi.

Berdasarkan World Economic Forum (2014) menyatakan penggunaan produksi plastik akan meningkat 20x lebih banyak selama 50 tahun terakhir, tercatat pada tahun 1964 penggunaan plastik sebanyak 15 juta ton dan pada tahun 2014 tercatat pertumbuhan penggunaan plastik hingga 311 juta ton. Hal ini sungguh sangat buruk. Digambarkan peramalan pertumbuhan volume plastik yang seperti ditampilkan pada info grafis dibawah:

 

 

Jadi apakah plastik masih menjadi pilihan dalam kehidupan masyarakat? disamping dampaknya sangat tidak baik bagi ekosistem, khususnya laut sebagai muara plastik berakhir. Ayo bijak dalam penggunaan plastik, dan mulai beralih pada hal yang lebih baik.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.