Mengintip Keseruan Jambore FoPMI VII Derawan

Kegiatan Jambore FoPMI (Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia) yang rutin berlangsung setiap satu tahun sekali, kali ini kembali datang. Tahun ini kegiatan berjalan selama seminggu pada tanggal 25-30 April 2016 yang dipanitiai oleh Klub Selam  Fin-DC Universitas Mulawarman, Samarinda. Forum penyelam yang dihadiri oleh sebagian besar klub selam mahasiswa yang ada di Indonesia ini sudah berjalan sebanyak enam kali pada tahun-tahun sebelumnya, dan pada kegiatan Jambore ketujuh ini diselenggarakan di kepulauan Derawan yang namanya sudah dikenal oleh para penyelam mancanegara.

Sebanyak enam orang dari anggota aktif UKSA-387 Undip yang berkesempatan mengikuti kegiatan Jambore ketujuh ini diantaranya adalah : Ainun Fitriyah (U-XXII), Larosa Nurfikri Gameli (U-XXII), Siti Fatimah (U-XXII), Dzakki A (U-XXIII), Bettarianda Nur C (U-XXIII) dan  Inggrid Debora H (U-XXIII).

Jambore 27

Setelah melakukan persiapan sebelum kegiatan Jambore, pada tanggal 24 April 2016 tim delegasi UKSA-387 UNDIP dilepas oleh ketua UKSA untuk melakukan perjalanan menuju Balikpapan sebelum sampai di Samarinda.

Sesampainya di Balikpapan, rombongan UKSA-387 yang juga berbarengan dengan rombongan klub selam MDC UNDIP disambut oleh panitia dari Fin-DC UNMUL, yang ternyata sudah berada di Balikpapan sejak pagi untuk menjemput rombongan dari klub selam lainnya. Berangkat sebelum subuh dari Balikpapan menuju Samarinda pada hari senin tanggal 25 April 2016, rombongan UKSA-387 yang berjumlah enam orang sampai di sekertariat klub selam Fin-DC UNMUL yang sudah dipenuhi peserta Jambore dari klub selam lainnya. Pembukaan sekaligus pelepasan peserta Jambore VII FoPMI 2016 yang akan berlangsung di Derawan, Berau ini dibuka dengan sambutan ramah oleh Pembina Fin-DC, Wakil Dekan I, Ketua FoPMI, Anggota BEM, Ketua Umum Fin-DC, dan Ketua Panitia sebagai tuan rumah diadakan di aula besar dikampus Fakultas Peternakan UNMUL yang dikuti oleh banyak klub selam mahasiswa, diantaranya UKSA-387 UNDIP, MDC UNDIP, Unit Selam UGM, Polinela DC, Anemon, FDC IPB, STP Trisakti, FDC UNHAS, Balik Diwa Diving Club Makassar, dan Fin-DC UNMUL, Biology Diving Club (BDC) Jakarta, Marine Biology Club (MBC) Nudibranch, UKM Renang & Selam Atmajaya, Nautika ITB, MSDC Kendari, dan Himbio UNPAD, selain itu diikuti pula oleh peserta dari Divers Clean Action dan Manta Watch.

Selanjutnya persiapan keberangkatan menuju Berau dilakukan dengan briefing pembagian bus dan sebagainya, lalu sebanyak dua bus berangkat pada pukul 15:20 wita menuju Berau. Sebelumnya sudah dinformasikan bahwa perjalanan kemungkinan akan memakan waktu kurang lebih 13 sampai 18 jam perjalanan. Namun diluar dugaan, perjalanan darat menggunakan bus Samarinda-Berau ternyata memakan waktu selama lebih dari 24 jam perjalanan. Rombongan peserta Jambore VII tiba di dermaga Tanjung Batu Berau pada tanggal 26 April 2016, Pukul 17:00 wita. Perjalanan yang cukup berat untuk menuju pulau Derawan ternyata tidak menyurutkan semangat para peserta, sesampainya di dermaga kami beramai-ramai mengangkut barang bawaan menuju kapal kecil yang sudah siap mengangkut kami menuju pulau Derawan dan yang tidak kalah semangatnya yaitu foto-foto bersama melepas lelah.

Perjalanan menuju Derawan ditempuh dengan tiga perahu ukuran sedang selama kurang lebih tiga jam perjalanan, sepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan sunset yang luar biasa indah dan seketika menghilangkan lelah kami. Hari sudah gelap saat kami tiba di pulau Derawan, tidak banyak yang bisa kami lihat, namun penampakan satu ekor penyu besar di perairan dangkal pulau Derawan saat kami tiba sudah membuat kami bersemangat kembali. Malam hari setelah beristirahat dan makan malam, kami berkumpul bersama untuk berkenalan lebih banyak dan juga mendapatkan materi dari salah satu relawan Divers Clean Action yang mengajak teman-teman penyelam untuk membantu melaporkan, mendata ataupun membersihkan sampah-sampah yang ada di perairan Indonesia. Selain itu peserta juga diberikan pengarahan pembagian kelompok dan briefing kegiatan penyelaman oleh panitia dan dive master.

Jambore 39

Rabu, 27 April 2016

Merupakan hari pertama dilaksanakannya penyelaman, setelah bangun dan bersiap serta sejenak menikmati sun rise indah milik pulau Derawan kami memulai kegiatan dengan sarapan dan pemanasan yang cukup untuk mengawali hari. Dalam penyelaman pertama ini kami dibagi menjadi lima kelompok penyelaman. Titik penyelaman pertama adalah Jetty Point, lokasinya berada tidak jauh dari dermaga tempat kami sampai kemarin malam. Penyelaman dilakukan pada kedalaman berkisar15 meter, dengan waktu maksimal 25 menit. Pagi itu cerah dan perairan cukup berarus, penyelaman dilakukan kearah kanan dari bibir pantai lalu kemudian bergerak kembali ke titik awal, yang sekaligus bergerak melawan arus. Meskipun perairannya berarus dan cukup kuat namun visibility yang tinggi membuat semangat menyelam semakin membara, gerombolan ikan-ikan kecil terlihat berenang dikejauhan, bongkahan-bongkahan batu karang yang cukup rapat menjadi tempat penyu bersembunyi.

Jambore 36Jambore 37

Setelah semua kelompok selesai menyelam, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sejenak sebelum dilakukan persiapan pada penyelaman kedua. Dharma Point yang berada tidak jauh dari titik penyelaman pertama menjadi tempat singgah kami selanjutnya, ternyata merupakan spot dimana banyak ditemukan penyu-penyu yang sedang beristirahat, pada penyelaman ini sekaligus dilakukan clean action dengan membawa Nobi Bag oleh setiap kelompok penyelaman. Hari sudah menuju sore saat penyelaman kedua dilakukan dengan kondisi perairan yang bergelombang dan berarus cukup kencang, menyisakan satu kelompok penyelaman.

Malam harinya peserta diarahkan untuk kumpul bersama dan mendapatkan materi mengenai kegiatan konservasi pari manta oleh Manta Watch. Masih bersangkutan dengan rencana penyelaman kami untuk hari selanjutnya, peserta diberikan pengarahan bagaimana etika menyelam bersama pari manta yang dikenal ramah ini. Sekaligus mendapat pengarahan mengenai kegiatan perjalanan menuju pulau Kakaban diesok harinya.

Kamis, 28 April 2016

Pagi yang cerah di pulau Derawan kembali menyapa kami kedua kalinya. Pagi ini sebelum melakukan perjalanan menuju pulau Kakaban dan Sangalaki, satu kelompok penyelam berangkat menyelam menuju Dharma Point. Perairan yang tenang tanpa arus dan gelombang yang berarti menjadikannya penyelaman yang menyenangkan, ditambah kesempatan melihat penyu sedang berenang-renang di sela-sela terumbu karang.

Jambore 17Jambore 22

Perjalanan menuju pulau Kakaban yang terkenal dengan danau ubur-ubur tidak menyengatnya dan pulau Sangalaki yang merupakan tempat penyu hijau dan penyu sisik berelur dimulai pukul 10:15 wita dan setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, kami akhirnya sampai di pulau Kakaban yang merupakan rumah dari empat jenis ubur-ubur tidak menyengat yang ada di dunia yang tinggal di dalam danaunya. Untuk bermain bersama ubur-ubur ini cukup dengan kegiatan snorkling mengan masker dan snorkel tanpa fins, karena kepakannya dapat merusak ubur-ubur yang tubuhnya mungil dan lunak. Selain itu kegiatan snorkel tidak dilakukan serentak oleh semua peserta dan panitia, namun dilakukan secara bergantian, dan sebelum masuk ke dalam danau pengunjung harus memastikan tubuh dan pakaian tidak mengandung air asin yang bertujuan menjaga kondisi perairan di dalam danau tersebut.

Jambore 30Jambore 18

Hari sudah mulai sore dan kami melanjutkan perjalanan kami dari pulau Kakaban menuju pulau Sangalaki, dalam perjalanan ini kami disuguhi oleh pemandangan sun set yang indah dan dilengkapi kehadiran dari lumba-lumba yang sangat bersahabat berenang-renang di samping perahu kami. Hari sudah cukup gelap ketika rombongan sampai di pulau Sangalaki, dilanjutkan dengan istirahat dan pengarahan mengenai pengamatan penyu yang akan bertelur oleh penjaga pulau Sangalaki. Setelah istirahat cukup, pada dini hari kami dibangunkan untuk berjalan-jalan sepanjang pantai pulau Sangalaki untuk mencari penyu yang sedang bertelur. Saat mengamati penyu yang bertelur pengunjung tidak boleh mengarahkan senter atau cahaya yang dapat mengagetkan penyu karena penyu sensitif terhadap cahaya dan getaran, sehingga kami harus berjalan dengan tenang. Setelah berjalan cukup jauh, kami menemukan seekor penyu hijau yang cukup besar baru saja selesai bertelur dan sedang berusaha kembali menuju lautan.

Jumat, 29 April 2016

Hari sudah pagi dan saatnya makan pagi bersama dan melakukan persiapan untuk penyelaman hebat selanjutnya, penyelaman ini akan dilakukan di sebalah kanan dari dermaga Sangalaki yang mana kali ini bertujuan untuk mencari pari manta. Perairan pagi itu cukup tenang, empat kelompok penyelam turun secara bergantian sampai siang hari tiba namun ternyata waktu belum mempertemukan rombongan kami dengan pari manta. Siang hari setelah makan siang kami kembali melanjutkan perjalanan menuju pulau Derawan, tempat kami untuk membersihkan diri dan menyiapkan peralatan untuk kembali ke dermaga Tanjung Batu.

Jambore 16

Menjelang matahari tenggelam rombongan kami melakukan perjalanan menuju Tanjung Batu, dan melakukan penutupan kegiatan Jambore VII FoPMI 2016 dengan penuturan pesan dan kesan oleh beberapa peserta jambore, serta penobatan Mass FoPMI dan Miss FoPMI untuk mengemban tugas sebagai duta kegiatan FoPMI yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia kegiatan. Selesai dengan rangkaian kegiatan Jambore VII FoPMI 2016 yang bertempat di pulau Derawan, Berau-Kalimantan Timur selama satu minggu, ditutup dengan perjalanan pulang menuju sekertariat Fin-DC UNMUL yang bertempat di Samarinda.

Jambore 6 Jambore 14

Oleh : Ainun (U-XXII)

2 Replies to “Mengintip Keseruan Jambore FoPMI VII Derawan”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.