Diveducation

Mengenal Arkeologi Bawah Air

Tulisan ini merupakan sedikit intisari yang dapat kami bagikan dari acara seminar nasional UKSA 387 Universitas Diponegoro yang diselenggarakan pada […]

Tulisan ini merupakan sedikit intisari yang dapat kami bagikan dari acara seminar nasional UKSA 387 Universitas Diponegoro yang diselenggarakan pada tahun 2010 lalu, kami mengambil judul “Dive ArtPreciation” dengan mengangkat bahasan arkeologi bawah air dan underwater photography.

Diveducation ini akan mengangkat pembahasan dari intisari arkeologi bawah air oleh direktorat peninggalan bawah air direktorat jendral sejarah dan purbakala, Kementerian kebudayaan dan pariwisata.

Apa itu arkeologi bawah air ?

Menurut pengertian oleh instansi terkait merupakan disiplin ilmu yang melakukan kajian tentang kehidupan manusia masa lalu yang didasarkan tinggalan budaya materi yang berada pada permukaan dan perairan, karena kita membahas bawah air maka definisi tersebut semua terkait pada budaya materi yang berada dibawah permukaan perairan seperti laut, danau, sungai dan lain sebagainya yang membutuhkan keahlian khusus yaitu teknik penyelaman serta dengan alat bantu seperti alat selam, peralatan salvage dan lain sebagainya.

Arkeologi bawah air uksa

Pendataan Harta Bawah Laut

Peraturan – peraturan yang mengatur “tinggalan budaya materi”

Menurut UU No. 5/92 tentang Benda cagar budaya : benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, utuh maupun tidak atau sisa – sisanya, berumur sekurang – kurangnya 50 tahun, memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Convention on the protection of underwater cultural heritage unesco, 2001 : Warisan budaya bawah air, berarti semua jejak keberadaan manusia yang memiliki karakter budaya, sejarah atau arkeologis yang berada di bawah air. Secara sebagian atau keseluruhan, secara periodik atau terus-menerus, selama paling tidak 100 tahun seperti:

  • Tempat, struktur, bangunan, benda-benda warisan, dan jasad manusia, bersama-sama dengan konteks arkeologis dan alam mereka;
  • Kapal, pesawat terbang, kendaraan lain atau bagian apapun, kargo atau muatan lainnya; dan
  • Benda-benda yang bersifat prasejarah.

Dari pengertian dituturkan pada peraturan dan definisi diatas maka kita dapat menyebut objek arkeologi bawah air antara lain adalah :

  • Peristiwa tenggelamnya kapal/perahu pada masa lalu, akibat badai, karang, rusak, dll. (Indonor)
  • Kecelakaan pesawat terbang (Biak)
  • Tenggelamnya bangunan akibat bencana atau pembangunan (kedung ombo)
Bangkai Pesawat Peninggalan Perang Dunia II

Bangkai Pesawat Peninggalan Perang Dunia II

Dapat dikaji juga besar potensi dalam arkeologi bawah air dilihat dari kondisi geografis Indonesia merupakan wilayah perairan, yang terdiri dari ± 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 KM dan luas lautan sekitar 3,1 Juta KM2 (sumber : Dirjen sejarah dan purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata), dan diapit oleh dua benua dan dua samudera.

Sejauh mana sebaran situs arkeologi bawah air Indonesia ?

  • Menurut data riset pemerintah terdapat  sekitar 463 buah titik lokasi kapal tenggelam;
Sebaran Bangaki Kapal di Perairan Indonesia

Sebaran Bangaki Kapal di Perairan Indonesia

  • Informasi dari berita Cina menyebutkan bahwa dari abad X-XX sekitar 30 ribu kapal Cina yang berlayar ke wilayah Indonesia, tidak kembali (gambar jalur perdagangan masalalu) ;
  • Tersebar di Laut Jawa, Bangka Blitung, Laut Ambon, Sumatera,Sulawesi, Selat Sunda dan sebagainya.
Alur Pelayaran Kuno, informasi dalam menguak arkeologi bawah air

Alur Pelayaran Kuno

Bagaimana mencari sumber informasi situs arkeologi bawah air?

Pada dasarnya sebelum kita lebih jauh menganalisa apa yang berada dibawah air, beberapa argumen berkembang karena berbagai penyelidikan yang dilakukan di situs arkeologi darat (diatas permukaan air), dimana menemukan berbagai peninggalan – peninggalan yang tersisa yang mengarah sisanya berada pada bawah permukaan laut. Informasi ini biasanya berupa artefak dan tulisan – tulisan yang tergores di benda – benda peninggalan seperti arsip, naskah kuno, catatan perjalanan dan lain sebagainya, hasil wawancara denga penduduk daerah setempat dapat memperkuat hasil temuan, dan laporan – laporan dari penelitian – penelitian terkait.

Arkeologi bawah airrr b

Barang Keramik Merupakan Harta Karun

Demikianlah intisari dari pengenalan arkeologi bawah air yang dipaparkan pada seminar nasional terdahulu, mungkin ini awal untuk memotivasi kita mengungkap sejarah yang belum terkuak dibawah air, khususnya di negara kita Indonesia.

 

sumber : Presentasi Dirjen sejarah dan purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada Seminar Nasional DiveArtPrecation “Arkeologi Bawah Air dan Underwater Photography”, 2010

Leave a Reply