Warta

MantaWatch Internship Program 2016 “Pembuka Wawasan Konservasionis Masa Depan Bangsa”

MantaWatch adalah NGO (Non-Governmental Organization) yang berdiri sejak tahun 2010 dan berpusat di London. Mengusung metode citizen scientist, organisasi ini […]

MantaWatch adalah NGO (Non-Governmental Organization) yang berdiri sejak tahun 2010 dan berpusat di London. Mengusung metode citizen scientist, organisasi ini berupaya melestarikan Pari Manta dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dimana semua orang dapat menjadi ilmuwan dan berpartisipasi dalam konservasi pari manta. MantaWatch memiliki tiga misi utama yaitu, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi Pari Manta, menyediakan data populasi yang dapat diakses secara terbuka, dan meningkatkan daya dukung lingkungan maupun sosial. Untuk mewujudkan misi tersebut, MantaWatch mengadakan MantaWatch Internship Program (MIP) yaitu pelatihan profesional bagi mahasiswa/i Indonesia sebagai ahli konservasi dan pemimpin masa depan di bidang kelautan dan perikanan. Didukung oleh lembaga pendanaan Guy’s Trust, program ini dilaksanakan sejak tahun 2012 dan telah diikuti oleh 20 mahasiswa/i dari berbagai universitas di Indonesia. Bersama tiga orang kandidat lainnya, adalah saudari Amelia Setya Nur Kumala (UKSA-387 XXII) berkesempatan mewakili Universitas Diponegoro dalam MIP 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 12 September sampai dengan 7 Oktober 2016 di perariran Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

img_8154

Peserta MantaWatch Internship Program 2016 (dari kiri-kanan: Tri Nur Sujatmiko (IPB), Amelia S. Nur Kumala (UNDIP), Retno K. Ningrum (UNPAD), Rafid Shidqi (UNSOED))

Tim MantaWatch tahun ini terdiri dari empat peserta dan didampingi oleh tiga orang mentor yaitu Andrew Harvey (Director), Ichsan (MIP 2012), dan Vidlia (MIP 2013). MIP 2016 berjalan selama empat minggu dan terbagi menjadi empat tema berbeda tiap minggunya, yaitu edukasi, penelitian, kolaborasi, dan evaluasi. Minggu pertama berfokus pada edukasi peserta magang mengenai MantaWatch, biologi dan ekologi Pari Manta dan metode Manta Survey, penyelaman melalui pelatihan PADI Advance Open Water, serta cara berkomunikasi yang efektif dan efisien baik secara lisan maupun tulisan. Materi yang diperoleh di minggu pertama kemudian diaplikasikan pada minggu kedua yang bertema penelitian. Tim MantaWatch melakukan penelitian berupa Manta Survey selama beberapa hari (live aboard) di perairan Taman Nasional Komodo dan memiliki tugas untuk mendata Pari Manta dengan cara mengambil foto bagian dada dimana terdapat identitas berupa titik atau noda yang berbeda tiap individunya. Data tersebut akan dijadikan sebagai dasar estimasi populasi Pari Manta di Taman Nasional Komodo.

mp1-9

Manta alfredi di situs penyelaman Manta Point

Tema kolaborasi pada minggu ketiga diwujudkan dengan melakukan presentasi kepada 148 orang siswa/i SDN 1 Labuan Bajo dan SMKN 1 Pariwisata Labuan Bajo. Dalam presentasi tersebut peserta MIP 2016 bertujuan memperkenalkan Pari Manta dan meningkatkan pemahaman  bahwa Taman Nasional Komodo merupakan salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia dan tempat terbaik untuk melihat Pari Manta, sehingga sangat perlu dijaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya. “Sosialisasi dari MantaWatch sangat besar manfaatnya bagi anak-anak yang nantinya menjadi garda depan untuk mengampanyekan kelestarian hidup Pari Manta di Labuan Bajo”, ujar Bapak Elfrahim salah satu guru di SMKN 1 Pariwisata Labuan Bajo. Selain kunjungan ke sekolah, peserta juga berkolaborasi dengan Dive Operator yang ada di Labuan Bajo dalam wisata daily boat , melakukan manta survey sekaligus memberikan briefing kepada turis mengenai Pari Manta dan apa yang sebaiknya dilakukan saat bertemu dengan ikan raksasa tersebut.  Pada minggu tersebut pun Tim MantaWatch mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Abraham Sianipar dari Conservation International dalam melakukan sampling DNA Pari Manta dan melihat keanekaragamannya di Taman Nasional Komodo.

divemap

Peta Jelajah MIP 2016 di Perairan Taman Nasional Komodo

Minggu keempat memiliki tema evaluasi. Setelah melakukan 50 penyelaman di 17 situs berbeda, Tim MantaWatch menemukan 81 Pari Manta dan berhasil mengumpulkan 53 Photo ID. Semua data yang telah diperoleh tersebut diolah dan hasilnya dipresentasikan kepada Balai Taman Nasional Komodo dan lebih dari 50 orang wisatawan  di Le Pirate Beach Club. Pada minggu keempat pun peserta memperoleh informasi dan pemahaman mengenai pengembangan karir di bidang konservasi oleh Hollie Booth dari Wild Conservation Society (WCS). Tim MantaWatch juga banyak mendiskusikan konservasi dan regulasi bidang kelautan dan perikanan yang diterapkan pemerintah di Indonesia. Cornelia Rindth, sebagai salah satu tamu pemateri dari Nature Bank, kemudian memberikan pemahaman bagaimana peran pemerintah, industri, NGO, dan masyarakat memiliki andil yang sama penting dan kolaborasi diantaranya merupakan faktor kesuksesan dalam konservasi.

Seluruh rangkaian kegiatan dalam MantaWatch Internship Program telah disusun sedemikian rupa sehingga peserta memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai konservasi dan prosesnya. Program ini memberikan banyak pengalaman bermanfaat dan membangun motivasi dengan membuka wawasan konservasionis masa depan bangsa.

Website: http://mantawatch.com/site/

Youtube channel: https://www.youtube.com/channel/UCp_nHhKBZUe6_MBQVXptjvg

Oleh : Amelia (U-XXII)

Leave a Reply