Kontraindikasi Selam

Menyelam pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan dibawah permukaan air dengan atau tanpa peralatan guna mencapai tujuan tertentu. Menyelam tentunya merupakan kegiatan yang meyenangkan jika dilakukan dengan mengetahui batasan – batasan keselamatan dalam pelaksanaan. Disamping itu kegiatan penyelaman merupakan profesi tua dalam sejarah peradaban manusia dan sampai saat ini ilmu mengenai penyelaman terus berkembang, baik sebagai kepentingan eksplorasi maupun dalam rangka tugas riset untuk menguak misteri bawah air, dan juga berkembang sebagai aspek media dalam pelaksanaan pembangunan.

Penyelaman biasa dimulai dengan mendaftarkan dirinya sebagai peserta yang tergabung dalam agensi selam yang mengeluarkan lisensi selam. Pada mulanya persyaratan awal dibutuhkan keterangan yang mengindikasikan seseorang dapat melaksanakan kegiatan penyelaman. Hal ini didapatkan dari surat keterangan yang disampaikan dokter, dan seharusnya surat keterangan ini didapatkan dari dokter yang mengetahui risiko – risiko penyelaman, namun kecenderungan yang terjadi peserta kursus selam hanya memeriksakan dirinya pada dokter umum. Hal ini terjadi karena di Indonesia jarang ditemukan dokter dengan spesialisasi tersebut, ataupun spesialisasi hiperbarik.

Maka dari hal tersebut agar kita dapat melakukan kegiatan penyelaman dengan tetap dalam lingkup keselamatan dan kesehatan kita harus memahami terlebih dahulu kontraindikasi menyelam, agar dapat mengetahui kesanggupan dirinya dalam melaksanakan kegiatan ini.

Kontraindikasi Absolut

Kontraindikasi absolut merupakan keadaan absolut yang mengharuskan seseorang tidak bisa melakukan kegiatan penyelaman sama sekali, karena membahayakan keselamatanya. Hal ini merupakan keadaan yang absolut, karena pemaksaan diri untuk tetap melakukan kegiatan penyelaman akan mengancam nyawanya. berikut beberapa kondisi yang harus di perhatikan:

  • Epilepsi: Orang yang mempunyai riwayat epilepsi meskipun terkontrol baik dengan obat anti epilepsi, tidak boleh menyelam karena jika terjadi kejang di dalam air akan berakibat fatal. Kenaikan tekanan di dalam air juga meningkatkan resiko terjadinya serangan kejang di dalam air.
Epilepsi
  • Penyakit Jantung: ada sekitar 12% – 21% kematian dalam penyelaman yang berhubungan dengan penyakit jantung, terutama pada cardiac arritmia, jantung koroner, dan penyakit pada otot jantung. Hal ini cenderung menyerang para penyelam dengan umur paruh baya.
Jantng
  • Penyakit pada telinga bagian tengah, akan menyebabkan calon penyelam tidak dapat melakukan equalisasi, maka kondisi tersebut merupakan kontraindikasi dalam pelaksanaan selam.
telinga tengah
  • Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM): Diabeter dengan terapi insulin memiliki risiko cukup tinggi pada kejadian penurunan kadar gula. Penurunan kadar gula dalam darah dapat mengakibatkan kecemasan, rasa bingung, hingga kehilangan kesadaran. Hal ini dapat berakibat fatal dalam kegiatan selam yang dilakukan di dalam air.
IDDM
  • Kehamilan merupakan salah satu kontraindikasi dalam selam, wanita hamil tidak disarankan untuk menyelam terkait perubahan fisiologis tubuh pada wanita hamil dan efek pada janinya, namun beberapa kegiatan air yang dilakukan pada surface perairan masih dapat dilakukan oleh wanita hamil. Beberapa kegiatan yang belakangan jadi tren adalah mengabadikan kehamilanya dalam air.
fotgrafi-ibu-hamil
Kontraindikasi Relatif
Kontraindikasi relatif merupakan kontraindikasi yang mengindikasikan calon penyelam memiliki risiko namun risiko yang didapat sebanding dengan pertimbangan lainya dan dikurangi dengan melakukan tindakan lain.
  • Obesitas, overweight atau obesitas memiliki kecenderungan risiko penyelam terkena dekompresi, maka dianjurkan bagi penyelam yang memiliki berat badan berlebih untuk mengurangi waktu penyelaman dan berhati – hati dalam melaksanakan penyelaman.
obesity
  • Gangguan Psikiatri, risiko dalam penyelaman terjadi serangan oleh penyakit ketika menyelam efek samping obat – obatan psikiatri juga membahayakan penyelaman.
skiatri
  • Riwayat luka tembus paru-paru/ di dada, dengan riwayat penyakit seperti itu kemungkinan terdapat scar di paru – paru yang bisa mengakibatkan peningkatan risiko terjadinya pulmonary barotraumas.
dada
Kontraindikasi Sementara
Kontraindikasi sementara merupakan kontraindikasi yang hanya bersifat sementara hingga kelainan atau penyakit  yang mengidap calon penyelam sembuh.
  • Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) karena meningkatkan risiko penyebaran penyakit ke telinga bagian tengah, kondisi seperti ini sebaiknya menunggu kondisi calon penyelam sembuh lalu dapat melakukan kegiatan penyelaman.
ISPA
  • Barotrauma telinga tengah terutama bila terdapat robekan pada gendang telinga.
Barotrauma Telinga Tengah

Demikian beberapa kontraindikasi dan beberapa contoh kelainan maupun penyakit yang harus diketahui oleh calon penyelam sebelum masuk kedalam dunia penyelaman. Selam itu menyenangkan jika dilakukan dengan pengetahuan batasan kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaanya.

 

Sumber:

Kamus Kesehatan
Aspek Kesehatan dalam Diving

 

 

Leave a Reply