Kenapa Harus Terumbu Karang ?

Pertanyaan ini memang sering terlintas dipemikiran kita,  bahkan pada orang umum tidak sampai berpikir apa fungsi terumbu karang. Mungkin aja ada kecenderungan di sosial kita berpikir “kami tidak tinggal dipesisir bukan menjadi kewajiban kami untuk melestarikanya..”

Kecenderungan ini terjadi karena kurangnya pemahaman orang – orang mengenai terumbu karang. Terumbu karang merupakan salah satu potensi sumber daya penting bagi Indonesia sendiri. Bisa disebut salah satu “nadi” bagi sumber pendapatan nelayan, disamping itu terumbu karang memiliki nilai estetika yang dapat dioptimalkan sebagai objek wisata dan dapat meningkatkan devisa negara.

Terumbu Karang

Sebagai pengetahuan terumbu karang memiliki fungsi langsung terhadap biota yang ada disekitarnya antara lain  sebagai tempat memijah, mencari makanan, daerah asuhan dari berbagai biota laut dan sebagai sumber plasma nutfah serta merupakan sumber berbagai makanan dan bahan baku substansi bioaktif yang biasa dimanfaatkan dibidang kesehatan.

Ekosistem terumbu karang juga berguna sebagai sarana pendidikan dan penelitian untuk perkembangan pengetahuan mengani asal usul maupun masa yang akan datang, maka dari hal ini upaya konservasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem terumbu karang sangatlah dibutuhkan demi keberkanjutan yang seimbang.

Pentingnya terumbu karang menunjukan betapa produktifnya terumbu karang terhadap lingkungan yang berhubungan langsung denganya maupun tidak. Produktifitas terumbu karang terimplementasi pada pembentukan batu kapur (CaCO3), pentingnya pembentukan kapur ini terkait pada berkurangnya jumlah karbon yang ada di udara. Karbon yang ada di udara akan diubah menjadi CaC03. Para pakar telah menghitung kemampuan karang mengambil karbon yaitu 111 juta ton/tahun yang ekivalen dengan 2 % dari seluruh karbon yang ada.

Dapat diprediksi bahwa pada 50-100 tahun yang akan datang karang dapat menyerap 4 % dari jumlah karbon (C02) yang dilepas di udara, itu jika kondisi terumbu karang di dunia tidak mengalami kerusakan.

Namun hal sebaliknya terjadi Kondisi karang di Indonesia pada saat ini adalah 4% dalam kondisi kritis, 46% telah mengalami kerusakan, 33% kondisinya masih bagus dan kira-kira hanya 7 % yang kondisinya sangat bagus. Bertambahnya berbagai aktivitas manusia yarng berorientasi di daerah terumbu karang akan menambah tekanan dan sebagai dampaknya adalah turunnya kualitas terumbu karang. (http://menlh.go.id)

Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya terumbu karang menciptakan suatu kesinambungan yang tidak seimbang dan dapat berdampak buruk bagi ekosistem terumbu karang dan biota laut yang secara langsung maupun tidak langsung memanfaatkan produktifitas terumbu karang.

Jadi, kenapa terumbu karang? Karena terumbu karang bagian dari kita.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.