Diveducation

Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Lautnya?

Indonesia Teruslah Berjaya Dengan Laut Yang Berdaulat Indonesia sejak dulu kala dikenal sebagai negara maritim, dimana armada maritim laut Indonesia […]

Indonesia Teruslah Berjaya Dengan Laut Yang Berdaulat

Indonesia sejak dulu kala dikenal sebagai negara maritim, dimana armada maritim laut Indonesia pada zaman Kerajaan Sriwijaya sangat ditakuti oleh penjelajah lautan dunia. Fakta kalau “nenek moyang” kita seorang pelaut tidaklah salah. Suku Bugis, menjadi salah satu suku di dunia yang mengarungi hebatnya lautan dunia, dan sekedar buat informasi Suku Bugis adalah suku pertama yang mempelopori adanya kapal layar besar pertama di dunia yang kita kenal sebagai kapal Pinisi.

Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia (anonim, 2009).

Itu adalah sekilas sebelum zaman pergerakan kebangkitan nasional, sedikit mengenai perkembangan kedaulatan wilayah lautan Indonesia akan dibahas.

Wilayah laut teritorial adalah wilayah perairan laut secara sah dan secara hukum termasuk dalam wilayah suatu negara. Wilayah laut (perairan) Indonesia lebih luas dibandingkan luas daratan, sehingga negara Indonesia disebut “benua maritim”. Awal merdeka tahun 1945 wilayah laut indonesia 3 mil dihitung dari garis laut saat air laut surut. Perkembangan mengenai wilayah laut terus berkembang hingga deklarasi Djuanda 1957 yang di pelopori oleh Ir. Djuanda sebagai perdana mentri indonesia.

“Laut serta perairan antar pulau menjadi pemersatu dan penghubung antar pulau dan batas-batas wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai terluar”

Deklarasi djuanda mendapat pengakuan dunia pada Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika(1982), sehingga wilayah lebar laut Indonesia bertambah.

Konvensi Hukum laut PBB (1982) memberikan hukum bagi negara-negara kepulauan untuk menentukan batasan lautan sampai ZEE dan landas kontinen.

Sehingga wilayah perairan Indonesia meliputi:

  1. Perairan Nusantara
  2. Laut teritorial, batas laut yang ditarik dari garis dasar (pulau terbesar) dengan jarak 12 mil
  3. Batas Landas Kontinen, dasar laut yang merupakan lanjutan dari daratan (benua), tidak lebih dari 200 meter
  4. Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE), merupakan wilayah laut Indonesia yang diukur dari garis dasar sampai sejauh 200 mil laut ke arah laut bebas.

Wilayah Laut Indonesia

Dan hingga sekarang melihat luas laut Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2, terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teritorial, 2,8 juta km2 perairan pedalaman dan kepulauan, 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), dikelilingi lebih 17.500 pulau, dengan panjang pantai 95.181 kilometer, ini semua adalah sumber kekayaan yang luar biasa.

Cukup disayangkan potensi ini, belum bisa dimaksimalkan oleh para penggerak bangsa, namun hal ini masih menyisakan sebersit harapan pada kaum pemuda seperti kita. Kita lah yang besok akan mengoptimalkan sumber daya laut dengan potensi yang tinggi.

Di umur Indonesia yang ke 67 tahun pada tahun 2012, Indonesia harus tetap berjaya dan meningkatkan kedaulatannya di wilayah maritim kita.

Dirgahayu Indonesia! JALES VEVA JAYA MAHE!

@asingcreator

 

1 Comment

  1. makanya sebarkan agama Selam kesemua kalangan bro…. biar pada jadi penyelam nnti dgn sendirinya cinta terhadap laut…..

Leave a Reply