Diveducation

How To Finning Better ?

Menyelam adalah aktivitas yang dilakukan dalam air, pergerakan dalam air dilakukan dengan menggunakan bantuan fins atau biasa disebut sebagai kaki […]

Menyelam adalah aktivitas yang dilakukan dalam air, pergerakan dalam air dilakukan dengan menggunakan bantuan fins atau biasa disebut sebagai kaki katak. Namun apakah pergerakan kaki kita dalam aktivitas penyelaman sudah dilakukan dengan baik? Atau apakah pergerakan kaki dalam air tidak memberikan banyak sentuhan terhadap apapun kepada biota yang ada disekitar kita?

Cukup banyak teknik untuk bergerak dalam air yang dilakukan penyelam, namun variasi finning dapat berbeda pada waktu yang berbeda, hal ini disesuaikan dengan kondisi penyelam, lingkungan penyelam, dan tujuan dalam penyelaman. Ada dua hal yang wajib dilakukan penyelam dalam aktivitas penyelamanya, yang membuat seorang penyelam nyaman dalam air dan dapat melakukan pergerakan dengan baik yaitu finning yang baik dan kemampuan dalam neutral bouyancy, namun pertanyaanya adalah mana yang menjadi prioritas duluan?

Kemampuan penyelam dalam bouyancy adalah jawabanya, dan kontrol bouyancy yang baik merupakan salah satu persyaratan untuk mencapai keefektifan dalam melakukan finning, khususnya jika melakukan teknik finning yang lebih sulit.

Finning biasanya menjadi tantangan berikutnya setelah itu setelah dikira – kira kita sudah cukup dengan bouyancy  kita. Dalam rubrik ini akan dibahas mengenai finning yang baik. Menjadi persyaratanya adalah kuasai kemampuan bouyancy dengan sangat baik. Teknik finning antara lain adalah:

FLUTTER KICK

Merupakan gaya finning yang cukup dasar dan bisa dikatakan semua penyelam dapat melakukanya dengan mudah, yaitu dengan mengayunkan kaki ke atas dan ke bagian bawah. Pergerakan kaki yang naik turun dilakukan dengan arah yang berlawanan antara kaki kanan dan kaki kiri akan menghasilkan gaya dorong ke depan akibat hempasan dari kedua fin.

Posisi kaki usahakan lurus dengan badan penyelam, namun sedikit diperbolehkan dengan adanya lekukan pada kaki. Jarak tumit diusahakan tetap konstan pada saat penekukan usahakan tetap menjahui bagian belakang tubuh.

flutter.

Flutter kick dapat menghasilkan dorongan yang optimal jika fin yang ada gunakan cukup panjang dengan bagian blade pada fin cukup lembut, dan tenaga kaki yang mengipas dihasilkan dari pergerakan otot – otot bagian depan paha. Pada ruangan yang relatif tertutup flutter kick dapat dilakukan.

Kekurangan dari penggunaan flutter kick jika dilakukan dekat dengan dasar perairan adalah gaya ini mengahasilkan turbelensi air sepanjang pergerakanya keatas dan kebawah yang secarah tidak langsung akan menciptakan pengadukan untuk substrat dasar maupun menggangu biota lain.

Teknik flutter kick digunakan pada kondisi:

  • Pada kondisi renang di permukaan perairan
  • Pada saat ascent dan descent
  • Ketika perairan jernih pengadukan tidak tinggi
  • Kondisi pada saat penyelaman arus
  • Ketika kecepatan dbutuhkan dalam penyelaman

Teknik flutter kick tidak digunakan pada kondisi:

  • Kondisi penyelam terlalu dekat dengan dasar perairan yang bersubstrat lumpur atau pasir
  • Dalam penyelaman bangkai kapal
  • Dalam penyelaman goa dengan substrat yang mudah teraduk
  • Ketika berenang diatas karang maupun biota lainya yang cukup rapuh

FROG KICK

Merupakan teknik finning yang paling banyak dipilih para penyelam, dikarenakan penyelam dapat mendapatkan kenyamanan yang jauh lebih baik. Banyak penyelam menggap seperti sedang menjelajah dalam air dengan menggunakan luasan dari bagian fin sebagai daya jelajah.

Gaya ini juga sebagai alternatif yang dipilih untuk relaksasi otot setelah melakukan gaya flutter kick dapat merengangkan otot – otot yang sempat mengeras pada saat menggunakan flutter kick.

Gerakan ini cukup mudah dilakukan, namun apakah sipenyelam terbiasa melakukanya atau tidak. Karena gaya ini mengoptimalkan luasan blade yang dimiliki fin yang digunakan penyelam sebagai gaya dorong. Bayangkan saja bagaimana katak dalam melakukan renangnya, dimana kaki dengan membuka bagian bawah fin kearah samping dan melakukan dorongan sampai kedua kaki lurus sejajar dengan badan, lalu teruskan dengan mengulang kembali gerakan tersebut sehingga terjadi pola seperti memutar fin dan bergerak maju seperti menekan air di sisi belakang penyelam dengan luasan blade yang dimiliki fin penyelam.

frog

Memang tidak seperti flutter kick, teknik finning dengan frog kick dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap mendorong dengan bagian bawah blade, lalu tahap menarik fin kedepan untuk persiapan mendorong lagi. Dorongan yang dihasilkan merupakan dorongan hasil dari permukaan blade fin bagian bawah dan otot – otot yang bekerja pada bagian tubuh terfokus pada bagian punggung dan paha bagian dalam.

Gaya ini tidak menimbulkan turbelensi pada air kearah bawah substrat dasar sehingga dapat menutupi kekurangan dari flutter kick. Namun gaya ini memiliki kekurangan yaitu dorongan yang dilakukan oleh bagian bawah blade fin penyelam dan dilakukan berulang – ulang  membuatnya kurang cocok dalam penyelaman dimana kecepatan dari renang selam dibutuhkan.

Teknik frog kick digunakan pada kondisi:

  • Dalam keadaan menjelajah, observasi perairan
  • Ketika terlalu dekat dengan karang maupun biota laut saat melintas diatasnya
  • Ketika dekat dengan substrat dasar berupa pasir maupun lumpur
  • Saat melakukan peregangan otot setelah melakukan flutter kick
  • Didalam goa dengan relativitas ruang besar

Teknik frog kick tidak digunakan pada kondisi:

  • Dalam kondisi memasuki sebuah koridor/lorong bangkai kapal
  • Dalam goa yang relativitas ruang sempit
  • Dekat disamping tubir / wall
  • Kondisi penyelaman arus kuat

SHORT FROG KICK

Sebelumnya telah dijelaskan mengenai teknik frog kick, untuk teknik yang satu ini merupakan modifikasi dari teknik frog kick sebelumnya. Yaitu dengan mengambil posisi dalam mengkayuh dengan bagian bawah blade fin seperti teknik frog kick namun tidak menggerakan kaki dengan sangat lebar seperti teknik frog kick sebelumnya.

Pada gaya ini gerakan paha dan lutut sangat terbatas, pergerakan yang dilakukan hanya sebatas pada betis dan pergelangan kaki. Pergerakanya dimulai dari fin digerakan masuk kearah bagian belakang penyelam dan keluar kebagian samping namun paha tidak terbuka lebar hingga sampai pada posisi dimana fin siap melakukan dorongan lagi.

shortfrog

Dengan gaya ini memberi dorongan yang konstan pada penyelam namun tidak memeberikan efek turbelensi air dibagian belakang bawah penyelam sehingga tidak menganggu substrat dasar yang didekatnya. Dapat dikatakan gaya ini merupakan kombinasi dari fitur kedua teknik yaitu flutter kick dan frog kick.

Gaya ini sangat banyak digunakan bagi mereka para penyelam yang ingin menjelajah bagian dalam bangkai kapal maupun goa dengan luasan terbatas, maupun para underwater photografer yang ingin mengambil gambar dekat.

Teknik short frog kick digunakan pada kondisi:

  • Didalam bangkai kapal
  • Dalam goa maupun semua ruang dengan pergerakan terbatas
  • Ketika dekat dengan substrat dasar berupa pasir maupun lumpur
  • Dekat dengan tubir / wall
  • Bermanuver dekat dengan biota laut
  • Untuk stabilitas setelah mengunakan posisi backward kick

Teknik short frog kick tidak digunakan pada kondisi :

  • Berenang melawan arus
  • Ketika kecepatan renang selam dibutuhkan
  • Dipermukaan perairan

BACKWARDS KICK

Teknik finning ini terkadang terlihat sulit, namun gaya ini sangat dibutuhkan dibeberapa kondisi dalam penyelaman. Posisi ini seperti dimana penyelam tetap fokus dengan apa yang ada didepanya sambil melakukan aksi mundur secara perlahan dan menjauh.

Fin oleh pembuatnya memang tidak dirancang untuk mundur. Teknik ini sangat dipengaruhi penyelam dalam mengambil kesempatan dimana air dapat di “ciduk” untuk masuk kedalam dan memipihkan fin untuk kembali ke posisi semula dan kembali menciduk air dengan bagian punggung blade fin.

backwards

Konsepnya mungkin terdengar mudah diawalnya dimana penyelam akan memposisikan fin nya membuka kesamping dengan sudut yang cukup besar dan blade fin bagian atas terbuka, lalu menutup fin kearah lutut dan lutut ditekuk meraup fin bagian depan. Maka tubuh penyelam akan mundur, namun bagian tersulit adalah dimana mengembalikan posisi fin seperti semula tanpa adanya dorongan yang dilakukan oleh blade fin bagian bawah sehingga penyelam terdorong kedepan lagi.

Teknik backwards kick digunakan pada kondisi:

  • Pada kondisi dimana penyelam ingin menjauh dari sesuatu namun tetap fokus pada hal tersebut
  • Pada saat penyelam ingin bergerak mundur tanpa adanya kontak dengan apapun
  • Pada saat keadaan di goa yang sempit dan tidak memungkinkan anda untuk bermanuver

Teknik backwards kick tidak digunakan pada kondisi :

  • Pada saat penyelaman dengan tujuan menjelajah bawah air
  • Kondisi harus melawan arus
  • Kondisi jarak penyelaman cukup jauh
  • Dibutuhkan kecepatan dalam renang selam

SPLIT KICK

Merupakan teknik finning dimana terjadi asimetris penggabungan antara 2 teknik finning yaitu teknik frog kick dengan flutter kick. Kecepatan yang dihasilkan memang cukup lebih besar dibanding dengan teknik finning lainya.

split

Konsep dari teknik ini adalah dimana salah satu kaki didedikasikan untuk bagian yang menjulang keatas dan kaki lainya menghujam ke bawah. Kaki bagian yang menuju keatas diposisikan dimana fin dibuat menyelinap dalam air, dan kaki bagian lainya dibuat ke bawah dan sedikit menekuk lutut dan menjaga kestabilitasan fin agar tetap memberi dorongan pada penyelam.

Teknik backwards kick digunakan pada kondisi:

  • Pada saat kondisi arus kuat
  • Ketika dorongan dibutuhkan tanpa meningkatkan laju tendangan

Teknik backwards kick tidak digunakan pada kondisi

  • Kondisi ketika dekat dengan substrat dasar seperti pasir dan lumpur
  • Didalam sebuah bangkai kapal
  • Dalam goa dengan relativitas ruang sempit
  • Ketika berenang dekat dengan karang dan biota laut lainya

 

selengkapnya:

How To Better Finning

 

sumber: http://divernet.com/

Leave a Reply