Diveducation

Hal Yang Besar Bermula Dari Yang Kecil

YANG BESAR DIMULAI DARI YANG KECIL Membuang sampah, sikecil ini yang terkadang kita abaikan, dan karena pengabaian itu seharusnya hal […]

YANG BESAR DIMULAI DARI YANG KECIL

Membuang sampah, sikecil ini yang terkadang kita abaikan, dan karena pengabaian itu seharusnya hal besar yang baik terjadi namun malah masalah besar yang terjadi.

Buanglah sampah pada tempatnya. Slogan yang terdengar mudah, namun untuk aksinya? Semua tau bahwa sikap ini berdampak baik dan benar. Hal yang terlihat sederhana bukan?

Terabaikan dengan sengaja maupun tidak sengaja dengan himbauan tersebut, terbawa oleh air menuju sungai lalu bermuara ke laut., dan laut menjadi tempat sampah terbesar sepanjang peradaban manusia. Sungguh miris bukan?

Jumlah sampah yang terus terakumulasi dari berbagai saluran sungai yang menjadi jalanya menuju laut terus meningkat tiap tahunya bulanya harinya jamnya menitnya bahkan tiap detik yang berlalu, menyebabkan kerusakan yang fatal terhadap ekosistem laut. Secara tidak langsung membunuh para penghni laut yang terjebak maupun mengonsumsi samapah ini.

SAMPAH LAUT

Bagaikan gunung es dilautan jika masalah sampah ini dianalogikan. Contoh yang sedang marak adalah sampah di perairan besar pasifik yang menumpuk dan luasan wilayah sampah ini sungguh sangat menakjubkan bisa disetarakan seperti daratan Texas. Hal ini dibuktikan dalam pemberitaanya oleh Lembaga Lingkungan Hidup Eropa (European Enviromental Agency). Sampah di lautan juga terbawa gelombang dan terdampar di wilayah pesisir baik di wilayah pantai maupun di dasar laut.

SAMPAH PASIFIK

Mungkin dari anda secara tidak langsung sebagai investor akan hal tersebut. Mudahnya begini mungkin bekas bungkus makanan yang dibuang cuman kecil dengan dalih bermacam – macam antara lain “nanti juga dibersihkan kok sama tukang sapu..” atau “ah cuman segitu aja kok gak ngaruh banget..”. Kalau kita analisa jika 200juta penduduk Indonesia berdalih dengan dalih yang sama dengan sampah kecil dan dalam 1 x 24 jam hal yang sama bisa terjadi 10x berapa luasan lahan samaph yang kita sumbangkan? Begitu luas bukan?

Efek secara langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh para penghuni lautan kita, menurut European Marine Strategy Framework Directive, Ikan, burung dan binatang laut lain terus menelan sampah yang akhirnya membunuh mereka. Di seluruh dunia, setidaknya 43% mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba dan semua spesies penyu mengonsumsi sampah ini dan sementara sekitar 36 % spesies burung laut dan berbagai spesies ikan juga menelan sampah lautan. Binatang laut juga bisa terjebak di jaring dan sampah laut lain karena sekitar 10% sampah di samudera adalah peralatan penangkapan ikan yang sudah tak terpakai yang terus “menangkap” ikan hingga mati atau yang biasa disebut dengan fenomena “ghost fishing”.

KORBAN SAMPAHKORBAN SAMPAH 2

Sedikit pengetahuan mengenai lama penguraian sampah sendiri oleh alam adalah sebagai berikut:

  • Kertas, lama penguraian 6 bulan
  • Kulit buah, lama penguraian 6 bulan
  • Kardus/karton, terurai 5 bulan
  • Filter rokok, terurai 10-12 tahun
  • Kantong plastik, 10-12 tahun
  • Benda-benda kulit, 25-40 tahun
  • Kain nilon, 30-40 tahun
  • Jaring ikan, 30-40 tahun
  • Alumunium, 80-100 tahun
  • Baterai bekas, 100 tahun
  • Plastik, 50-80 tahun
  • Batu baterai, 100 tahun
  • Botol kaca, perlu 1 juta tahun untuk hancur tanpa bekas
  • Botol plastic, tidak dapat diperkirakan waktu hancurnya.
  • Styrofoam, tidak dapat hancur

Itulah lama penguraian masing – masing jenis sampah. Dengan masa waktunya samapi terurai habis dilautan. Memang ada yang bisa dengan cepat langsung terurai namun karena hal tersebut anda dengan seenakanya membuang sampah. Bijaklah terhadap lingkungan karena dibukan hanya kita yang hidup.

Semua sampah yang berakhir di samudera ini adalah hasil pengelolaan sampah yang buruk di darat maupun di laut. Masih banyak masyarakat dan industri di darat yang membuang sampah di sungai dan aliran air yang akhirnya berakhir ke laut. Sementara kapal wisata, kapal kargo dan kapal penangkap ikan juga membuang sampah mereka di lautan.

Edukasi di semua sektor ini penting untuk menjaga laut tetap bersih dan bebas polusi. Toko dan gerai juga bisa berperan mengurangi sampah plastik. Mereka bisa menciptakan sistem yang memermudah konsumen mendaur ulang botol plastik mereka dan menghentikan pemakaian kantung plastik. Semua bisa beraksi hijau untuk membersihkan laut dari sampah.

Yaa berawal dan dimulai dari kamu sebagai seorang bijaksana, dan berakhir pada keserasian Bumi dan Semestanya.

selengkapnya

Leave a Reply