Warta

Gebyar CONSERVATION, Ajak Yang Lain Ikut Peduli

SEMARANG. Setelah sukses dengan acara CONSERVATION 3rd, UKSA-387 Undip semakin menyemarakkan atmosfer konservasi bawah laut CONSERVATION dengan menggelar GEBYAR CONSERVATION […]

SEMARANG. Setelah sukses dengan acara CONSERVATION 3rd, UKSA-387 Undip semakin menyemarakkan atmosfer konservasi bawah laut CONSERVATION dengan menggelar GEBYAR CONSERVATION bersama BNI 46 pada hari Sabtu, 19 Oktober 2013. Acara ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan CONSERVATION 3rd yang telah dilakukan pada bulan September lalu, sehingga mereka yang tidak berkesempatan menjadi volunteer langsung kemarin dapat ikut memberikan perhatian kepada kelangsungan proyek ini pada khususnya dan kepada lingkungan pada umumnya.

Acara dibuka dengan sambutan dari bapak Drs.Warsito, SU selaku Pembantu Rektor III. Turut hadir pula,  Bapak Abiwodo dan Bapak Hanung perwakilan dari BNI 46 yang menjadi sponsor tunggal acara ini, untuk menjelaskan  program BNI 46 akan turut mendukung kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan dan wirausaha bersama berbagai komunitas di indonesia. Dijelaskan bahwa kegiatan yang diutamakan akan didukung oleh BNI 46 adalah kegiatan berkelanjutan yang rutin dimonitoring agar kegiatan yang dilakukan tidak menjadi sia sia ketika ternyata hasil jerih payah yang pernah dilakukan telah rusak tanpa kita ketahui karna tidak pernah termonitoring.

Gedung Sukowati, yang menjadi tempat acara berlangsung mendadak riuh saat sesi PERSEMBAHAN UKSA-387. Untuk pertama kalinya jingle CONSERVATION yang berjudul “Aku dan Kamu (Lautku) Satu!”  diperdengarkan di muka umum. Lagu yang diciptakan oleh M. Irfan (U-XVIII) ini bercerita tentang hubungan antara manusia dan laut yang tida bisa dipisahkan. Persembahan diawali dengan penampilan akustik oleh M. Irfan, M. Iqbal (U-XVIII) dan sang ketua, Fajar Andriyansah (U-XIX) kemudian dilanjutkan dengan paduan suara ‘dadakan’ para anggota UKSA-387 yang semakin menyemarakkan acara GEBYAR CONSERVATION bersama BNI 46.

Tamu undangan lain yang turut hadir adalah ibu Puji Prihatiningsih perwakilan dari BTNKJ (Balai Taman Nasional Karimunjawa) yang juga menerangkan tentang keadaan Kep.Karimunjawa, seperti potensi pariwisata, potensi perikanan, wilayah konservasi, dan dinamika masyarakat disana. Ibu Puji yang juga pernah aktif di UKSA-387 semasa kuliah ini juga menjelaskan bahwa pemasukan dari para wisatawan digunakan untuk kegiatan rehabilitasi dan transplantasi di Karimunjawa, maka dari itu BTNKJ sangat mendukung kegiatan CONSERVATION ini dan BTNKJ pun sangat berharap agar kegiatan ini dapat dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu tujuan wisata khusus di karimunjawa.

Giliran Dias Natasasmita (U-XIX) selaku Ketua Pelaksana menjelaskan dari awal bagaimana kegiatan CONSERVATION bermula, dari tahun pertama sampai tahun ketiga. Tak luput menceritakan bagaimana acara CONSERVATION 3rd yang baru saja selesai dilaksanakan. Terakhir dijelaskan pula bagaimana rute menuju ke lokasi Taman Bawah Laut. Pemaparan Dias ditutup dengan pemutaran video proses penurunan bangunan Taman Bawah Laut UKSA, yang membuat para peserta berdecak kagum.

Selanjutnya, sesi tanya jawab yang berlangsung dengan interaktif. Para peserta tampak antusias bertanya mulai dari ide awal acara, alasan pemilihan lokasi, teknik penurunan konstruksi, sampai pada pertumbuhan karang transplan. Ditandaskan bahwa CONSERVATION yang semula berawal dari mimpi para anggota UKSA yang terinspirasi dari banyak pihak. Salah satunya oleh Chris Brown, bule Australia yang sangat Indonesia yang memprakarsa bangunan candi bawah laut di Bali.

Dimulai dengan berbagai kekurangan hingga tiga tahun berjalan, kini bangunan taman bawah laut UKSA-387 yang terletak di perairan Pulau Kemojan, Karimunjawa memiliki bangunan yang megah. Dan yang perlu digarisbawahi ini adalah tujuan dari pembangunan ini adalah bukan untuk kejayaan UKSA-387 semata, bukan menjadikan taman bawah laut sebagai paten atau hak milik dari UKSA-387. Melainkan karena para anggota UKSA-387 berniat berkarya untuk lingkungan. Sesi ini ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama berbuat untuk lingkungan baik dengan bersama UKSA-387 melalui CONSERVATION atau dengan cara masing-masing.

Acara bertambah seru dengan adanya pembagian doorprize yang dibawakan secara kocak oleh duet Mujahidin Akbar dan Deddy Sitinjak (U-XX). Grandprize untuk acara kali yang berupa dua pasang masker snorkel pun sukses membuat peserta riuh di ujung acara.  Sesi terakhir adalah pembacaan kesimpulan dan ditutup dengan foto bersama. (Valentine/U-XX)

1 Comment

  1. seru banget acaranya. mau ikutan deh jadi volunteer conservation taun depan 😀

Leave a Reply