Diveducation

Proses Terbentuknya Formasi Terumbu Karang

Formasi sekarang adalah implementasi dari sebuah evolusi Disebut dengan ‘subsidence theory’ pembentukan formasi terumbu karang berasal dari pola pemikiran seorang […]

Formasi sekarang adalah implementasi dari sebuah evolusi

Disebut dengan ‘subsidence theory’ pembentukan formasi terumbu karang berasal dari pola pemikiran seorang Charles Darwin, ilmuwan yang satu ini memang selalu terbuka dengan fakta sains yang ada. Teori ini merupakan penurunan lempeng kerak bumi di dasar samudra akibat aktivitas gunung berapi. Menurut beberapa asumsi pakar geologi mulai dari seorang Kuenen (1960) hingga informasi terakhir oleh Mater&Bennet (1984), yaitu bahwa 75% dari seluruh terumbu karang terbentuk pada masa Pleistosen.

formasi terumbu karang

proses formasi terumbu karang

Pada saat itu terjadi yang dinamakan tectonic subsidence akibat letusan gunung berapi dan fluktuasi paras muka laut akibat terjadinya perubahan massa es mulai jaman Pleistosen hingga perioda resen yang mengakibatkan variasi pada kedalaman laut di sepanjang paparan kontinental (LIPI, 2009).
Menurut teori sang Charles Darwin baik atol maupun barrier feer berasal dari gunung berapi bawah laut dengan demikian terbentuknya terumbu karang erat hubunganya dengan proses pemekaran kerak bumi. Dari teori tersebut berkembanglah berbagai studi mengenai evolusi terumbu karang, Charles Darwin (1842) mengemukakan tiga perbedaan formasi yang dikenal dengan teori penengelaman (subsidence theory):

  • Fringing reef, terumbu karang tepi yaitu terumbu karang yang terdapat di sepanjang pantai dan dalamnya tidak lebih dari 40m. Terumbu karang ini tumbuh ke permukaan dan ke arah laut terbuka.
fringing reef

fringing reef

 

  • Barrier reef, terumbu karang penghalang berada jauh dari goba (lagoon) dengan kedalaman 40 -70 m. Umumnya terumbu karang ini memanjang menyusuri pantai.
barier reef

barrier reef

  • Atolls, atol yang merupakan karang berbentuk cincin yang melingkar muncul dari perairan yang dalam, jauh dari daratan dan melingkari gobah yang memiliki terumbu karang gobah atau terumbu karang petak.
atol

atol reef

 

“Opung” Darwin ini mengemukakan bahwa formasi awal merupakan fringging reefs yang terbentuk disekitar pulau. Lalu pulau tersebut mengalami penurunan permukaan secara tektonik fringging reefs akan berubah menjadi barrier reefs. Proses terus berlanjut dan terjadi perubahan formasi, dari formasi seblumnya menjadi atolls.


Pemikiran lain pada proses penaikan permukaan terus terjadi sehingga daratan / pulau lambat laun akan menghilang sehingga pada akhirnya membentuk atol.
artikel terkait : ilmu geologi dan pembentukan karang