DWIPANTARA 2014: An Exotic Journey at Panaitan Island

Salam gelembung buddies!! Kembali lagi nih dengan reportase kegiatan UKSA-387 yang baru saja dihelat pada bulan Mei lalu. Nama kegiatannya adalah EKSPEDISI DWIPANTARA 2014 RANAH UJUNG KULON, nama yang cukup panjang menggambarkan juga perjalanan panjang yang dilalui tim ekspedisi. Jumlah personil tim total 10 orang dari senior dan pengurus UKSA 387. Berikut personil dari Ekspedisi DWIPANTARA 2014 RANAH UJUNG KULON :

  • Henry Rovinus S (U-XVIII)
  • Tonny Adam T (U-XIX)
  • Amalia Aininnur (U-XX)
  • Dio Dirgantara (U-XX)
  • Mujahidin Akbar (U-XX)
  • Adinda Rizki Pratiwi (U-XX)
  • Davis Pramayudha W (U-XXI)
  • Izzudin Rajab (U-XXI)
  • Rifqi Adzani (UKSA-XXI)
  • Aji Bagus (U-XXI)

Diketuai oleh Sdr. Aji Bagus (U-XXI), tim ekspedisi ini berangkat mulai dari tanggal 16 Mei 2014 hingga tanggal 21 Mei 2014. Tentunya banyak cerita di dalam 5 hari kegiatan ini berlangsung. Dan langsung saja simak reportasenya berikut buddies!

Hari I (16 Mei 2014)
Tim ekspedisi mulai berkumpul di basecamp UKSA-387 pada pukul 14.00 WIB untuk mempersiapkan dan menyiapkan berbagai peralatan yang harus dibawa untuk kegiatan ekspedisi ini. Tiket kereta ekonomi dengan tujuan stasiun Pasar Senen, Jakarta sudah dibawa oleh bendahara tim yaitu Sdr.Tonny Adam T (U-XIX). Kereta berangkat pada pukul 18.00 WIB. Seusai memastikan kembali perlengkapan yang akan dibawa, tim melaksanakan pelepasan acara pada pukul 16.30 WIB. Perjalanan menggunakan kereta ekonomi diperkirakan 7 jam perjalanan mencapai tujuan yaitu stasiun pasar Senen.

Hari II (17 Mei 2014)
Pukul 4.00 WIB tim sampai di Stasiun Pasar Senen dengan selamat. Dengan semangat tim melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya yaitu Universitas Tirta Agung, Serang. Transportasi yang tim gunakan adalah bus Transjakarta tetapi karena bus transjakarta belum beroperasi, alhasil tim memanfaatkan waktu untuk beristirahat sampai pukul 05.00 WIB.

Begitu halte dibuka, tim langsung naik bus transjakarta menuju terminal Pulo Gadung untuk transit bus menuju Serang. Sekitar pukul 09.00 WIB tim sudah mencapai check point pertama, Universitas Tirta Agung, Serang yang kerap disingkat Untirta. Disini tim bertemu kawan bernama Nur Istiqal Putra yang akan membantu tim melakukan perjalanan menuju daerah di kabupaten Serang yang bernama Sumur. Ketika waktu menunjukkan pukul 12.15 WIB, bus berangkat dari Untirta menuju ke checkpoint kedua yaitu Sumur, tepatnya ke kantor Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang menjadi tempat peristirahatan tim.

IMG_0116

Dalam perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 6 jam, tim mampir ke kantor LOKA Serang untuk mengambil peralatan selam yang dibutuhkan. LOKA Serang membantu tim dalam pelaksanaan ekspedisi ini dengan meminjamkan peralatan selamnya. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke barat dan akirnya sampai juga di checkpoint kedua, yaitu mess TNUK yang berada di daerah Sumur pada pukul 20.00 WIB. Perjalanan yang cukup panjang, namun cukup “worth it” bagi tim ekspedisi karena selama perjalanan disuguhi pemandangan yang menyenangkan. Selanjutnya tim melakukan loading peralatan dari bus dan beristirahat.

IMG_9972

Hari III (18 Mei 2014)
Di hari ke 3 ini, tim bersiap untuk melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di mess Taman Nasional UJung Kulon yang berada di Sumur untuk langsung ke Labuhan untuk menuju Pulau Panaitan. Pagi hari tim bersiap sedia menyiapkan peralatan dan packing alat. Oleh pengelola TNUK, tim disupport beberapa alat selam tambahan dan pendamping untuk menemani kegiatan tim selama berada di Pulau Panaitan nantinya yaitu Bapak Ameng. Beliau merupakan penyelam yang ditugaskan oleh Balai TNUK untuk menemani dan membimbing tim ekspedisi. Total anggota tim ekspedisi bertambah menjadi 12 orang dan siap berangkat menuju Pulau Panaitan. Setelah selesai packing, tim berpamitan dengan pengelola mess. Tim kembali mendapat bantuan dengan diantar sampai Labuhan dengan mobil dinas TNUK.

Sesampainya di Labuhan sekitar pukul 10.00, tim berpindah dari mobil ke sopek yang sudah disiapkan oleh Balai TNUK untuk mengantar tim ke Pulau Panaitan. Perjalanan sekarang melewati laut dan memakan waktu 1,5 jam untuk sampai ke Pulau Panaitan. Pemandangan ombak yang kuat, beberapa babi hutan liar dan rusa yang nampak dari kejauhan di bibir pantai sedang berjalan – jalan, menyambut kedatangan tim di Pulau Panaitan. Pukul 14.40 WIB kapal bersandar di dermaga pulau Panaitan dan tim pun melakukan loading barang-barang bawaan untuk dipindah ke mess yang ada di Pulau Panaitan tersebut.

IMG_0195

IMG_8124

Setelah selesai loading barang bawaan, agenda ekspedisi hari ini yaitu melakukan pendataan mangrove dan lamun di pulau Panaitan. Dengan anggota tim mangrove yaitu Sdr.Rifqi, Sdr. Theo, Sdr.Izuddin, Sdr.Akbar, Bapak Ameng sedangkan tim lamun yaitu Sdr.Dio, Sdr.Nur, Sdr.Henry dan Sdr.Davis, kedua tim ini bertanggung jawab untuk melakukan pendataan. Saat pendataan tim disuguhi pemandangan nan elok dari kawasan estuari di Pulau Panaitan. Sebaran lamun yang cukup luas dan pohon mangrove yang tumbuh mempercantik Pulau ini. Biota yang ditemukan pun bermacam – macam. Di antaranya ikan buntal, bintang laut, dan lain lain. Tim melakukan pendataan hingga sore menjelang, selanjutnya seluruh tim menuju ke mess untuk istirahat. Agenda ekspedisi hari pertama ini disudahi. Tim pun melakukan istirahat untuk menyambut hari ke dua di Pulau.

IMG_0416

Hari IV (19 Mei 2014)
Pagi yang sedikit berawan menyambut tim di hari ke dua ekspedisi ini. Sekawanan rusa, beberapa kera endemik dan biawak langsung “menyapa” tim begitu keluar dari mess. Hal ini menunjukkan masih sangat alami dan sedikitnya kegiatan manusia di Pulau ini. Pada hari ke dua kegiatan ekspedisi tim akan melakukan penyelaman untuk pendataan karang dan pendataan lamun. Penyelaman pertama dilakukan di sisi selatan, tepatnya sejajar dengan dermaga pulau Panaitan. Tim cukup terkejut ternyata kerapatan terumbu karang di kedalaman 5 meter pada sisi selatan cukup tinggi. Ikan karang pun banyak terlihat dan biota biota lain seperti kima tak jarang ditemukan di spot ini.

IMG_4365

Sedangkan di lain tempat di waktu yang sama, tim pendata lamun melakukan tugasnya. Saat siang hari kawasan pendataan lamun mengalami pasang air laut yang tinggi. Ketinggian air mencapai 1 meter, hal ini agak mempersulit tim lamun namum tim tetap berusaha untuk melakukan pendataan, setelah 2 stasiun dilewati pada pendataan lamun, tak disangka pada saat tim lamun berpindah ke stasiun ke 3, reptil endemik ternyata muncul di dekat stasiun ke 3 saat tim lamun akan mendata. Reptil itu tak lain ialah buaya muara (Crocodylus porosus). Rasa senang, kaget, tercengang, menjadi satu saat tim melihat reptil itu dengan jarak cukup dekat. Namun atas alasan keamanan tim lamun memutuskan untuk berlari keluar dari air dan menunda pengukuran data lamun di stasiun ke 3. Setelah seharian melakukan pendataan terumbu karang, ikan, dan lamun dan berakhir di sore hari, Tim melanjutkan untuk istirahat.

Hari V (20 Mei 2014)
Agenda tim pada hari ke 3 ini pada pagi sampai siang ialah melakukan pendataan karang pada sisi timur Pulau Panaitan. Pendataan terumbu karang dilakukan di kedalaman 5 dan 10 meter. Di sisi timur ini, kerapatan terumbu karang yang didapat cukup rapat. Berbagai macam kima ditemukan pada spot ini. Pendataan parameter fisik perairan juga tak lupa dilakukan oleh personel yang berjaga dikapal. Akhirnya pendataan karang dan pendataan parameter fisik sudah terlaksana dengan baik. Pada pukul 15.00 WIB kapal kembali berlabuh ke dermaga. Disaat perjalanan kembali ke dermaga tak disangka lagi tim kembali melihat penampakan biota yang bisa dibilang jarang muncul, tim ditemani oleh ikan paus sperma (Physeter macrocephalus) yang berenang berdampingan dengan kapal. Tentu momen ini menggembirakan bagi seluruh tim.

Sesampainya di dermaga, tim melakukan cuci alat yang sudah menjadi kewajiban para penyelam UKSA 387. Lalu agenda selanjutnya yaitu pengukuran kerapatan lamun yang kedua. Pukul 15.45 WIB, tim berjalan kaki menuju lokasi mangrove yang akan diukur kerapatannya. Pendataan mangrove dengan menggunakan transek ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kerapatan mangrove yang ada di Pulau Panaitan ini. Pukul 17.30 tim menyelesaikan pendataan mangrove dan kembali ke mess untuk beristirahat. Agenda selanjutnya yaitu tim mulai packing alat – alat dan perlengkapan yang dibawa untuk persiapan pulang keesokan harinya.

IMG_4437

Hari VI (21 Mei 2014)
Hari Rabu 21 Mei 2014 tim ekspedisi menyudahi kegiatan ekspedisi ini. Pagi hari, pukul 07.00 WIB tim lepas jangkar dari dermaga menuju Pulau Peucang. Sebelum pulang, tim ekspedisi memutuskan untuk melakukan fun dive di Pulau Peucang. Dengan didampingi Bapak Ameng, tim pun dengan senang dan aman melakukan fun dive.

IMG_8772

Setelah fun dive, tak lupa kita mampir juga untuk mendarat di Pulau Peucang. Tim diberi kesempatan istirahat setelah melakukan fun dive dan tak lama kemudian tim melanjutkan perjalanan kembali ke Labuhan. Sesampainya di Labuhan tim mampir ke mess TNUK untuk mengembalikan beberapa alat sekaligus berpamitan dengan pengelola mess. Lalu perjalanan kembali dilanjutkan menuju stasiun Pasar Senen menggunakan mobil colt yang disewa dari Sumur. Sesampai nya di stasiun Pasar Senen, tim dengan tak kurang satupun berangkat kembali menuju kota Semarang untuk kembali ke basecamp UKSA 387 tercinta.

IMG_01 copy

(Dio/U-XX)

Leave a Reply