Diary Reefchecker Makassar

RF 1

Reef Check Indonesia (RCI) adalah bagian dari Reef Check Internasional, jaringan konservasi karang terbesar di dunia yang berpusat di California, Amerika. Organisasi ini bersifat non-profit yang berdedikasi memberdayakan masyarakat untuk menyelamatkan terumbu karang dan laut. Berdiri sejak tahun 2005, RCI telah melibatkan sukarelawan dari berbagai kalangan di Indonesia.

Fisheries Diving Club (FDC) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan acara “Reef Check and Ecodiver”  untuk menghimpun sukarelawan yang ingin berkontribusi dalam penyelamatan ekosistem terumbu karang. Kegiatan ini dilaksanakan di Makassar pada tanggal 24-28 November 2015 dan diikuti oleh 18 peserta. Unit Kegiatan Selam Mahasiswa (UKSA-387) Universitas Diponegoro  berpartisipasi dalam acara tersebut, ialah Amelia Setya Nurkumala (U-XXII), Tri Widya Laksana Putra (U-XXII), dan Mada Rizmaadi (U-XXII), yang menjadi delegasi perwakilan UKSA-387.

Kami berangkat pada hari Senin, 23 November 2015 dengan rute Semarang-Surabaya-Makassar. Jalur darat kami tempuh menggunakan kereta dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya selama 4 jam. Setibanya di Surabaya, kami dijemput oleh sahabat dari Universitas Hang Tuah Diving Club (UHT-DC). Berkunjung ke sekretariat UHT-DC, kami bertemu dengan senior kami Anggi, anggota UKSA-387 angkatan 13. Perjalanan dilanjutkan melalui jalur udara, kami tiba di Makassar pukul 21.00 WITA.

RF 2

Foto bersama Universitas Hang Tuah Diving Club (UHT-DC) di Surabaya

Seminar dan workshop Reef Check Ecodiver dilaksanakan pada hari Selasa, 24 November 2015. Seminar bertemakan ” Respect To Our Spermonde Archipelago” yang bermakna ajakan untuk lebih peduli terhadap kondisi Kepulauan Spermonde saat ini. Kepulauan Spermonde terdapat di bagian selatan Selat Makassar, tepatnya di pesisir barat daya Pulau Sulawesi. Kepulauan Spermonde terdiri atas ± 121 pulau yang terbagi menjadi 4 zona, terbentang dari utara ke selatan sejajar pantai daratan Pulau Sulawesi. Zona I atau zona paling dangkal, paralel terhadap garis pantai dengan kedalaman maksimum ± 20 meter dan kebanyakan terumbunya didominasi oleh gusung-gusung pasir. Zona II dimulai dari ± 5 km dari garis pantai dengan kedalaman ± 30 meter dengan terumbunya kebanyakan berada di sisi pulau-pulau yang muncul. Zona III dimulai dari 12,5 km ke arah lepas pantai dengan kedalaman paparan ±30–50 m dan umumnya terumbu berada pada paparan yang dalam dengan sangat sedikit ditemukan gusung-gusung pasir. Zona IV atau zona terluar atau barrier reef zone dimulai dari jarak sekitar 30 km dari pantai Makassar. Bagian timurnya bisa mencapai kedalaman 40-50 m, sedangkan bagian barat dari zona ini memiliki kontur yang terjal (drop off) hingga kedalaman lebih dari 100 m.

Seminar terdiri dari 3 materi. Materi pertama ialah sosialisasi mengenai “Pengelolaan Program COREMAP-CTI di Kabupaten Pangkejane dan Kepulauan” oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkejane Kepulauan. COREMAP-CTI merupakan suatu program konservasi ekosistem terumbu karang dan ekosistem asosiasinya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Materi kedua disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengenai “Potret Ekosistem Terumbu Karang di Kepulauan Spermonde”.  Materi ini menjelaskan dengan rinci penyebab-penyebab kerusakan terumbu karang yang terjadi di Kepulauan Spermonde dan saran bagi pemerintah untuk pencegahannya. Materi seminar terakhir disampaikan oleh dosen Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan berjudul “Kondisi dan Pengelolaan Terumbu Karang di Spermonde”.

peta

Workshop atau pelatihan Reef check dimulai setelah istirahat makan siang. Dipandu oleh instruktur Mochammad Iqbal Herwanta, kami mendapatkan materi pengenalan EcoDiver, prosedur pemilihan lokasi pemantauan Reef Check yang tepat, dan prosedur pemantauan serta identifikasi ikan sebagai salah satu organisme indikator yang diamati. Workshop berakhir pada pukul 20.00 WITA dilanjutkan dengan briefing untuk keberangkatan keesokan harinya.

RF 3

Rabu tanggal 25 November 2015 kami berangkat menuju Pulau Badi, lokasi dimana Reef Check dilakukan. Kami berangkat dari Pelabuhan Paotere pukul 10.00 WITA dan tiba di Pulau Badi pukul 11.45 WITA. Pulau Badi merupakan salah satu pulau yang terdapat di dalam wilayah administratif Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Pulau ini masuk ke dalam zona III pulau-pulau Kepulauan Spermonde.  Kondisi perairan jernih dimana reef top pulau terdiri dari pasir, rubble, dan karang hidup. Etnis dominan adalah Bugis – Makassar, sehingga bahasa Bugis dan Makassar menjadi bahasa sehari-hari penduduk pulau ini. Materi Reef Check segera dilanjutkan setelah istrahat makan siang. Materi kali ini ialah tetang prosedur pemantauan dan identifikasi substrat dan invertebrata yang didata. Selain ikan, substrat, dan invertebrata, pendataan juga dilakukan terhadap dampak atau kerusakan terumbu karang yang terlihat sepanjang transek. Analisa terhadap identifikasi penyebab dan luas daerah kerusakan akan berguna untuk langkah pengelolaan selanjutnya di wilayah tersebut. Materi Reef Check diakhiri dengan tes sertifikasi EcoDiver.

RF 4 RF 5 RF 6

Hari Kamis, 26 November 2015 simulasi Reef Check darat dan laut dilakukan. Peserta dibagi menjadi dua tim penyelaman berdasarkan kedalaman wilayah pemantauan, yaitu tim A untuk kedalaman 6-12 m dan tim B untuk 3-6 m. Penyelaman pertama dilaksanakan pada pukul 11.00-13.00 WITA di daerah timur Pulau Badi. Penyelaman selanjutnya pukul 14.30-16.30 WITA di daerah barat Pulau Badi. Data yang diperoleh kemudian diolah pada malam harinya.

Hari Jumat, 27 November 2015, dilanjutkan dengan kegiatan penyelaman. Penyelaman pertama dilakukan di daerah utara Pulau Badi pada pukul 09.30-10.45 WITA. Setelah istirahat makan siang, pukul 14.00 WITA kami berangkat ke Pulau Sanane untuk melakukan Reef Check selanjutnya. Perjalanan ini memakan waktu 1 jam. Kali ini peserta dibagi menjadi 4 tim, dimana tiap tim terdiri dari 3-4 orang. Penyelaman dilakukan oleh tim 1 dan 2 pada pukul 15.00 WITA di Daerah Perlingdungan Laut (DPL), sedangkan tim 3 dan 4 di wilayah non-DPL. Kami kembali tiba di Pulau Badi pukul 18.30 WITA dan dilanjutkan dengan kegiatan pengolahan data.

Hari Sabtu, 28 November 2015 merupakan hari terakhir penyelaman. Kegiatan fun dive di Atlantic Park Pulau Kodingareng Keke dilakukan sebagai penutupan rangkaian acara Reef Check EcoDiver ini. Perjalanan kapal memakan waktu 1 jam, pukul 10.30 WITA kami tiba di Pulau Kodingareng Keke. Pulau kecil tak berpenghuni ini berada pada zona II Kepulauan Spermonde, berjarak 13,48 km dari Makassar. Bentuk pulaunya memanjang timur laut-barat daya dengan bentuk pantai berubah-ubah mengikuti musim. Pantai sisi selatan pulau tersusun oleh pecahan karang berukuran kecil hingga kerikilan, sedangkan pada sisi utara tersusun oleh pasir putih yang halus. Penyelaman dimulai pada pukul 12.30 WITA, peserta dibagi menjadi 3 tim dengan masing-masing waktu penyelaman 30 menit. Setelah penyelaman, perjalanan dilanjutkan menuju Makassar ditempuh selama 1 jam, kami tiba di Pelabuhan Paotere pada pukul 16.00 WITA. Kepulangan ini menandakan berakhirnya kegiatan Reef Check EcoDiver. Diharapkan akan tersedia data kondisi kesehatan terumbu karang yang tentunya kemudian bermanfaat dalam pengambilan keputusan dalam pengelolaan/pelestarian terumbu karang di lokasi tersebut.

RF 7

Perjalanan pulang kembali kami tempuh melalui jalur Makassar-Surabaya-Semarang. Kami tiba di Semarang pukul 11.00 WIB.

RF 8

Oleh : Amelia Setya Nurkumala (U-XXII)

Leave a Reply